Posted on

Dapur Keris Pusaka Luk 27

Tagawirun

Keris Pusaka Luk 27 merupakan keris yang langka dan jarang ada saat ini. Keris Pusaka Luk 27 jarang sekali di temukan dan jarang pula pemilknya. Keris ini sungguh menarik dan unik sebab ia memiliki nama Tagawirun. Di lihat dari namanya saja “ Tagawirun “ sungguh indah sekali apalagi jika di lihat secara langsung dan diamati pastinya akan sangat indah lagi.

Keris Luk 27 memiliki khasiat sebagai perlindungan, menghindari guna – guna dan santet serta membentuk pagar spiritual bagi sang pemilik. Dengan memiliki Keris Luk 27 maka anda dapat membuang rasa sial atau sengkolo atas kehendak Tuhan. Ketika anda memiliki keris Tagawirun maka bisnis, karir serta masalah cinta akan terus stabil lancar jaya dan tidak akan ada hambatan berat yang terjadi. Selain itu Keris Pusaka Luk 27 dapat mengusir roh – roh jahat yang ada di sekitar anda atau di dalam rumah sang pemilik. Jika anda sudah memiliki keluraga keris ini dapat memberikan pagar perlindungan bagi keluarga anda di rumah atau saat bepergian. Selain itu Keris Pusaka Luk 27 dapat memberikan rasa kenyamanan untuk keluarga dan membuat keluarga semakin rukun adem ayem dan harmonis.

Keris ini memiliki nama dapur Tagawirun dengan pamor kulit semongko yang artinya pamor ini akan melindungi diri anda dan akan membawa berkah bagi si pemilik. Selain memiliki pemor dengan julukan kulit semongko Keris Pusaka Luk 27 Tagawirun ini juga memiliki julukan pamor ngulit semongko oleh pecinta tosan aji sebelumnya. Model bilah Keris pusaka Luk 27 Tagawirun ini merupakan keluk 27 yang artinya memiliki lekukan sebanyak 27 buah yang sangat indah sekali di setiap lekukannya. Sementara itu ia memiliki panjang bilah gonjo pada gagangnya sepanjang 37, 5 cm. Untuk panjang Keris pusaka Luk 27 Tagawirun ini memiliki panjang keseluruhan sepanjang 42,3 cm.

Perlu anda tahu jika Keris pusaka Luk 27 ini sudah jarang sekali ada dan beredar di pasaran. Keris pusaka Luk 27 Tagawirun ini sangat cocok bagi pecinta tosan aji yang mengutamakan keris dan diambil tuah dan khasiat yang terkandung didalamnya. Selain itu untuk anda yang menyukai dan mengkoleksi barang antik maka Keris pusaka Luk 27 Tagawirun ini sangat cocok untuk anda koleksi sebagai aktivis Budaya Tosan Aji yang menjunjung keindahan barang – barang antik wrisan bangsa yang memang patut untuk dipelihara serta di lestarikansupaya cagar budaya Indonesia ini tidak akan hilang, punah dan musnah begitu saja. Jika anda merupakan penggemar tosan aji yang sedang mempertimbangkan segi khasiat atau dari segi keantikan barang maka Keris pusaka Luk 27 Tagawirun ini merupakan benda yang sangat cocok untuk anda miliki.

Bagaimana cara perawatan keris Keris pusaka Luk 27 Tagawirun ini?

Caranya mudah sekali anda tinggal menyandingkan minyak perawatan khusus pusaka serta membuka penutup minyaknya, jika anda ingin mengoleskan minyak ini maka akan lebih baik lagi. Lakukan hal ini secara rutin satu malam penuh tepatnya pada malam jumat kliwon atau boleh juga dilakukan ketika malam selasa kliwon. Jika anda sering lupa pada malam – malam tersebut maka perawatan ini boleh dilakukan setiap tanggal lahir anda, intinya anda dapat memilih salah satu hari yang sudah disebutkan tadi.

Posted on

Dapur Keris Pusaka Luk 25

Bima Kurda Luk 25

Keris Bima Kurda Luk 25 merupakan satu- satunya benda pusaka yang mempunyai lekukan di batangnya sebanyak 25. Umumnya keris hanya mempunyai lekukan sebanyak 13, 15 atau 11 lekukan saja. Meski ada juga yang memiliki lekukan sebanyak 25 namun bentuknya horizontal. Keris Luk 25 saat ini memang sudah jarang sekali di temukan dan dimiliki oleh orang lain. Keris Bima Kurda Luk 25 ini merupakan keris kuno yang sudah langka.

Bima Kurda Dapur merupakan keris yang sangat terkenal sekali diantara keris yang memiliki Luk 25 meskipun ada beberapa dapur keris lain yang memiliki lekukan sebanyak 25 lekukan namuan namanya tidak akan bergema dan terkenal seperti Keris Bima Kurdsa Luk 25 ini. Keris Bima Kurda Luk 25 di percaya mempunyai khodam yang sagat baik ia memiliki energi positif bagi snag empu, sayangnya seperti yang saya bilang keris ini sudah jarang sekali ditemukan di Nusantara dan hanya beberapa orang saja yang memilikinya.

Pusaka yang bernama Keris Bima Kurda luk 25 ini bahkan mempunyai khodam yang dapat di mintai pertolongan dan dapat di perintah oleh pemiliknya untuk berbagai keperluan hal – hal yang baik. Keris ini dapat memberikan pagar dan melindungi rumah dari serangan kekuatan hitam yang dilakukan oleh prang – orang jahat dan tidak bertanggung jawab bahkan ia dapat melakukan pencegahan terhadap orang yang akan masuk rumah dan akan melakukan hal – hal jahat. Jadi ketika anda memiliki keris Bima Kurda Luk 25 ini anda dapat meminta bantuan kepada khodam untuk melakukannya dan insyallah dengan kehendak Tuhan keris ini dapat berfungsi secara cepat dan tepat guna.

Yang perlu anda tahu banyak sekali tuah – tuah yang menghuni di dalam keris ini. Namun kelangkaan keris ini juga menandakan jika keris tersebut kurang di minati oleh masayrakat. Sebab sebuah keris akan menjadi populer dan memiliki banyak peminta jika keris tersebut banyak di duplikat atau di tiru. Berbeda dengan keris ini  yang sudah langka dan jarang sekali  di temukan duplikatnya maka hal ini sudah menandakann jika keris ini memang kurang di minati di pasaran.

Keris Bima Kurda Luk 25 ini memiliki ciri lekukan sebanyak 25 lekukan dengan panjang kurang lebih 45 cm dan berat seberat 1,2 kg keris ini memiliki gagang elegan berwarna meas dan tutup nya berwarna emas yang lebih mencolok membuat tosan aji bernama Keris Bima Kurda ini terlihat sangat elegan ketika di pandang. Keris ini dipercaya mendatangkan tuah yang baik untuk anda terutama orang yang sudah memiliki pasangan sah ( suami – istri ).

Keris Bima Kurda Luk 25 yang cocok dengan pemilknya akan mendatangkan rezeki yang melimpah pula, anak akan patuh kepada anda, istri akan semakin sayang kepada anda. Jika anda memiliki bisnis maka bisnis akan berjalan dengan lancar serta rekan bisnis akan patuh dan tunduk kepada anda. Banyak sekali manfaat – manfaat lain yang akan anda dapatkan ketika keris ini cocok sebab ia akan mengeluarkan tuah – tuahnya yang tersimpan di dalamnya secara perlahan – lahan secara pasti atas izin Tuhan. Keris Bima Kurda Luk 25 ini dapat anda pesan melalui saya, saya jamin keris ini merupakan keris asli dan bertuah insyallah akan cocok dengan kepribadian anda.

Posted on

Era Jaman Keris

  1. Jaman Kabudan ( Abad 6 – 9)

Dijaman ini memiliki banyak empu atau pembuat keris diantaranya :

  • Empu Mayang ( 725 M )

Keris sang carubuk merupakan karya empu mayang, selain itu ada  keris kebo lajer kemudian keris singha.

  • Empu Sarpadewa

3 keris buatannya diberi nama sang carita, sang cengkrok, kemudian sang damar murup.

  • Empu Ramayadi ( 827 M )

Di jaman kabudan empu ini bisa membuat 3 keris yang diberi nama sang pandawa, kemudian sang kresna tanding dan yang terakhir sangbhimakroda.

  • Empu Gadawisesa ( 941 M )

Karyanya yaitu sang megantara dan yang kedua sang rarasjiwa ( rarasduwa ).

  • Empu Windudibya ( 1119 M )

Ciptaannya ada keris sang sang carangsoka, sang sekargading, sang panjisekar, sang panjianom.

  • Empu Kandangdewa ( 1045 M )

Menciptakan 3 keris yang diberi nama sang jalak, sang sabukinten, dan sang kalawelang.

  • Empu Windusarpa ( 1000 – 1100 M )

Keris sang barojol, kedua sang bethok, dan yang terakhir sang larbango.

  • Empu Wareng ( 1100 – 1103 M )

Sang pandawa lere, sang lunggadung, dan sang supana.

  • Empu Gandawijaya ( 1125 M )

Ciptaannya di jaman kabudan ada 3 keris yaitu sang buntala, sang mengeng, sang carubuk.

  1. Kahuripan ( Abad 11 an )

Kahuripan menjadi salah satu jenis tangguh keris didunia perkerisan, dikarenakan pada sekitar tahun 1042 raja air langga membagi kerajaan kahuripan menjadi dua, yaitu : wilayah barat bernama kadiri ( kediri ), wilayah timur bernama jenggala yang beribukota dipusat kerajaan kahuripan itu sendiri.

Diera kerajaan ini juga banyak keris yang dibuat, namun tetap memiliki ciri khas tersendiri.

  • Memiliki pasikutan hambar ataupun kurang semu.
  • Waran besi berbeda dengan keris yang lainnya, coraknya lebih kehitaman.
  • Ciri khususnya berpamor sanak.
  • Ganjanya lebih tinggi dibandingkan keris lain namun tidak terlalu lebar.
  • Dilihat dari bilihnya memiliki ukuran panjang yang sedang.

Walaupun luknya tidak merata, namun semakin keujung kerapatnnya semakin jelas.

  1. Jenggala ( Pertengahan Abad 11 )

Ciri keris tangguh jenggala diantaranya memiliki pasikutan yang luwes, birawa. Memiliki warna besi yang kehitaman. Terkadang memiliki pamor lumer pandes ataupun mubyar. Dari segi ukuran panjang jenis keris ini lebih panjang dari pada keris yang lainnya, dan juga lebarnya pun agak berlebihan.Memiliki luk yang merata.

Memiliki serah cecak yang unik, karena berbentuk lonjong dan memanjang. Dan dianggap kualitas no.1 karena : melalui proses penempaan yang sempurna, besi yang digunakan bahan pembuat keris berkualitas baik atau bagus. bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan keris ini rata-rata berkualitas tinggi.

Itulah keunggulan jenis keris ini dibandingkan keris-keris yang dibuat diera kerajaan-kerajaan sebelum kerajaan jenggala berdiri.

  1. Singasari ( Pertengahan Abad 11 )

Ciri khas dari keris di era singasari adalah memiliki kasikutan yang kaku dan wingit, ukuran dari gandiknya pun besarnya sedang dan agak miring. Untuk sirah cecak nya memiliki bentuk yang lonjong dan memanjang. Dan memiliki ukuran bilahnya yang sedang selain itu ujungnya tidak terlalu runcing. Besi yang digunakan berkualitas bagus dan memiliki warna abu-abu kehitaman, seperti batu tulis atau sering disebut nyabak. Sedangkan untuk bentuk pamornya memiliki penampilan yang lembut dan agak suram atau bisa disebut kalem. Seperti kita ketahui keris singasari dalam sejarahnya sering dijadikan senjata untuk membunuh, bahkan empu pertama pembuat keris ini terbunuh dengan kerisnya sendiri dan selalu kita kenal dengan empu gandring, yang dibunuh oleh ken arok.

  1. Madura Tua (Abad 12 -14)

Keris yang muncul di era kerajaan madura tua memang sangatlah unik, mulai dari bahan kerisnya yaitu besi yang digunakan terlihat tampak kasar ataupun lebih terlihat kering seperti karangwasuhan dan memiliki berat yang cukup berat dibandingkan keris yang lain. Dan juga keris ini memiliki sekar kacang tumpul, sekilas memang dilihat hampir sama dengan keris-keris yang lain namun perlu diketahui lebih rinci agar lebih tahu mengenai jenis keris yang satu ini. untuk bentuk atau model pamornya nampak lebih besar-besar dan itu dapat dilihat walaupun tidak harus memegangnya, selain itu memiliki pamor yang nampak mengkilap. Sirah cecaknya yang pendek, sedangkan panjang bilah ada yang panjang, sedang dan ada yang agak sedikit pendek.

  1. Pajajaran (Abad 12 – 14)

Untuk jenis keris yang satu ini memiliki ciri khas yang berbeda juga dengan keris –keris yang lain, mulai dari pasikutan yang agak kaku dan kasar, dari ukuran bilah keris ini memiliki ukuran yang lebih panjang dibandingkan keris tangguh yang lain. Memiliki gandik yang panjang dan terkadang ada juga yang miring, untuuk sirah cecanya memilki bentuk lonjong dan memanjang. Blumbangan dari keris ini lebar dan mempunyai sogokkan yang dalam dan pendek.

Uktuk luknya kadang ada juga yang dangkal, besi berwarna keputih-putihan sehingga berbeda dengan keris yang lain yang biasanya besi berwarna hitam. Untuk pamornya sendiri biasanya bercorak pamor tiban, dan kesan pamor lebih berlemak jika dilihat lebih detail.

  1. Segaluh (Abad 13 an)

Jenis keris ini memiliki pasikutan yang kaku jika dilihat lebih detail hampir mirip dengan tangguh keris pajajaran dan majapahit. Untuk besinya terlihat ngrekes, berserat sehingga terkesan mentah. Memiliki bilah yang sedikit agak condong ke posisi kiri, dan memiliki gandik yang menonjol. Ganja berbentuk bathok yang mengkurep, sedangkan untuk wujud bilahnya terlihat nampak tipis dan kering. Tangguh ini juga sering disebut tangguh sigaluh, kenunikan keris ini nampak pada bentuk sor-sorannya yang terlihat seperti sebuah kursi yang terbalik, dilihat dari depan nampak menonjol dan untuk ganjanya sendiri lebih menonjol kedepan. Untuk itu keris ini samapai saat ini masih sering diburu oleh kolektor-kolektor keris.

  1. Tuban (Abad 12 – 18)

Keris ini memiliki ciri khas ganja yang memiliki bentuk cukup tinggi dan berbulu, dan memiliki bentuk sirah cecak yang tumpul. Mempunyai potongan bilang yang cembung serta lebar, besi yang digunakan terkesan lebih kering dan mempunyai kadar besi bajanya yang lebih banyak. Untuk pamornya terkesan seperti gajih atau berlemak. Yang termasuk tangguh tuban adalah tangguh empu ni-mbok sobro, keris ini banyak dimiliki masyarakat yang suka dengan koleksi keris namun yang menjadi pembeda dengan keris lain adalah keris ini memiliki tekstur besi yang halus, kering dan nampak licin saat diraba. Memiliki bilah yang lebar dan tipis, dalam pengolahannya besi di pipih dan diplintir.

  1. Blambangan (Abad 12 – 13)

Tangguh balmbangan memiliki pasikutan yang demes. Besinya berwarna keputihan dan terlihat berkesan demes, dan serasi saat dilihat. Pamornya terlihat nggajih atau berlemak dan menancap ke arah permukaan. Ukuran bilahnya dapat dibilang sedang, dan ujungnya jika dilihat lebih dekat tidak runcing atau agak runcing. Mempunyai gandik yang berukuran pendek dan juga miring, sedangkan ganjanya berbentuk sebit rontal dan jika kita melihat bentuk sirah cicaknya berukuran pendek. Keris ini diciptakan pada era kerajaan blambangan, kerajaan blambangan itu sendiri berdiri sendiri setelah kerajaan majapahit runtuh. Akan tetapi anda masih bisa menemui jenis-jenis keris ini diera sekarang, banyak sekali empu-empu yang bisa membuat keris-keris ini.

  1. Majapahit (Abad 13 – 14)

Banyak kolektor keris yang menganggap tangguh majapahit adalah tangguh yang sempurna, mereka menganggap tangguh ini memiliki keunggulan dalam tempa nya. Dilain sisi bilah keris ini tahan karat karena melalui proses penempaan hingga berkali-kali. Bisa dibuktikan dengan melumasi minyak dikeris ini pasti minyak tidak cepat kering. Jika dilihat dari besinya terlihat nglilin seperti memiliki lapisan lilin, saat diraba terasa halus namun tetap berserat bagian bilahnya.

Memiliki warna besi hitam keunguan, bentuk pasikutannya lebih wingit dibandingkan dengan jenis keris yang lain. Walaupun memiliki besi terlihat mengkilap seperti berlapis lilin namun keris ini memiliki kandungan baja yang lebih sedikit dibandingkan dengan keris yang lainnya.

  1. Pengging Witaradya (Abad 13 an)

Senjata di kerajaan pengging terkenal dengan nama tombak tangguh pengging, keris ini memiliki ciri-ciri pasikutannya yang sedang namun ramping, proses pengerjaan atau yang sering disebut penempaan yang baik sehingga membuat keris ini terlihat rapi saat dilihat, namun jika diteliti keris ini tetap memiliki serat. Besi dari keris ini memiliki warna hitam sehingga terlihat nampak basah, dan keris ini memiliki pamor yang lumer pandes selain itu juga gulu melednya yang berukuran panjang. Ciri khas dari keris ini memiliki luk yang terlihat amat rengkol sehingga keris ini memiliki kekuatan yang amat dalam dibandingkan keris-keris pendahulunya. Keris ini pada dahulunya digunakan oleh kerajaan pengging, yang saat ini terkenal dengan daerah pengging, banyudono, boyolali, jawa tengah.

  1. Demak (Abad 14 an)

Seperti namanya kita pasti tahu keris ini datang dari mana, ya benar keris ini dibuat pada jaman kerajaan islam demak. Ciri khas keris ini memiliki pasikutan yang wingit, dan mempunyai bilah yang berukuran agak sedang. Dilihat secara sekilas besinya berwarna hitam agak kebiru-biruan yang membuat besi dari keris ini selalu nampak basah, padahal keris ini tetap dalam kondisi kering saat di raba. Memiliki pamor yang kalem dan seperti berkesan mengambang, keris ini memiliki ganja yang tipis. Selain itu mempunyai sirah cicak yang lebih pendek dari keris-keris yang lain. Keris ini juga saat ini sering diburu oleh kolektor-kolektor keris, dan banyak empu keris yang menduplikasi keris-keris jaman demak ini.

  1. Pajang (Abad 14 an)

Kerajaan pajang terletak didaerah jawa tengah, dan letaknya juga dekat dengan kasunanan surakarta. Kerajaan pajang adalah kerajaan yang melanjutkan kerajaan demak yang berada di wilayah utara pulau jawa, raja yang terkenal di kerajaan ini adalah jaka tingkir yang memiliki nama asli sultan hadiwijaya. Namun yang akan saya bahas bukan tentang histori kerajaan pajangnya namun  tentang keris yang dibuat di era kerajaan pajang, yang memiliki ciri pasikutannya kemba, dengan besi odol, geringsing. Memiliki pamor yang asli tanpa ada reka-reka atau tidak dirancang sebelumnya. Empu-empu pembuat keris kerajaan pajang membuat ukuran kembang kacangnya besar dan lebar namun tetap kokoh saat diraba lebih detail.

  1. Tangguh Mataram Senopaten (Abad 14 – 15)

Kerajaan mataram menjadi kerajaan yang sangat kita kenal sampai saat ini, bukan hanya itu saja kerajaan ini juga memiliki karya tangguh yang tidak kalah menarik untuk kita ulas dan pastinya karena memiliki keunggulan atau ciri khusus yang tidak dimiliki tangguh-tangguh yang lain. Pada masa kerajaan mataram ini banyak empu-empu yang membuat keris, setidaknya ada tiga keris yang terkenal yaitu tangguh mataram senopaten, mataram sultan agung, mataram amangkuratan. Dan yang akan saya bahas adalah ciri-ciri tangguh mataram senopaten, diantaranya ; tangguh ini memiliki pasikutan yang prigel, sereg. Besinya berwarna hitam kebiruan. Sedangkan pamornya yang pandes dan ngawat, sehingga keris atau tangguh ini nampak kokoh dan kuat.

  1. Mataram Sultan Agung (Abad 16 an)

Selanjutnya saya akan mengulas sedikit tentang tangguh mataram sultan agung, yang memiliki ciri sebagai berikut ; pasikutan keris ini terlihat demes saat diperhatikan karena tampak serasi, tampan dan enak saat dilihat. Besinya yang mentah sehingga terlihat masih natural dan berserat. Memiliki pamor mubyar, secara detail keris ini tidak beda jauh dengan keris mataram senopaten. Namun jika dibedakan satu sama lain terletak pada besi keris ini yang mentah dan terlihat agak berwarna pucat namun keunggulannya pamor dari keris ini tidak kalah menarik saat dilihat. Pembuatan keris pada jaman kerajaaan mataram memang sangat bagus dan baik, tak heran jika banyak kolektor yang mencari jenis keris seperti ini sampai saat ini.

  1. Mataram amangkurat (Abad 17)

Mataram amangkurat (abad 17) termasuk dalam kekuasaan kerajaan mataram yang berlandaskan keislaman. Kita ketahui jika pada masa itu pengaruh dunia timur tengah sangat kental menghiasi seluruh seluk beluk dari pemerintahan kerajaan mataram. Pada masa itu memang tengah menghadapi berbagai permasalahan yang menimbulkan banyak sekali konflik dan perpecahan karena kita ketahui pula belanda dengan VOC nya berusaha melemahkan para penguasa kerajaan mataram pada masa itu tetapi sangatlah sulit karena masih solidnya kerajaan tersebut. Kerajaan mataram ini dipimpin oleh seorang keturunan dari ki ageng sela dan ki ageng pemanahan. Seorang tokoh yang telah mengabdikan diri dan menjadikan kerajaan mataram pada saat itu menjadi sebuah kerajaan yang mampu meluaskan wilayahnya tanpa peperangan tetapi dengan sebuah ajakan kerja sama.

  1. Kartasura (Abad 18)

Kartasura (abad 18) merupakan sebuah pola aktifnya pergerakan dari berbagai elemen masyarakat pada masa itu yang semakin memahami dan mengerti akan sebuah membangun sebuah peradaban dengan mengangkat seorang pemimpin. Setelah terjadinya pelemahan dari kerajaan mataram III maka itu dijadikan solusi terbaik untuk membangun dan membuat sebuah kerajaan di kartasura sebagai bentuk pengembangan dan perjalanan dalam membangun sebuah peradaban baru. Kita ketahui pada masa akhir abad 17 pergerakan dari VOC  juga sudah mulai menyebar di berbagai elemen masyarakat. Ketika mengetahui jika kerajaan mataram pada masa itu sedang mengalami pergolakan dari itu muncullah kerajaan kartasura sebagai siasat untuk membangun dan mengembangkan peradaban baru guna memperbarui berbagai hal dan keputusan dalam mengatur tata kemasyarakatan baik sandang pangan.

  1. Surakarta (1726-1945)

Surakarta (1726-1945) menjadi saksi bisu hancurnya kerajaan mataram yang terbagi menjadi dua bagian yakni kasunanan surakarta yang diprakarsai oleh pakubuwono II dan kasunanan ngayogyakarta oleh hamengku buwono I. Hal tersebut diambil setelah wafatnya pakubuwono I pada tahun 1726 dan memberikan opsi untuk memindahkan kerajaan yang ada di kartosuro untuk dipindah di surakarta dengan berbagai misteri dalam mencoba membuat cara terbaru dalam memisahkan diri dari perpecahan yang ada. Memang dalam masa itu sedang terjadi konflik yang hingga kini masih bergejolak. Kita ketahui pada masa itu sangat syarat dengan perjuangan dalam melawan orang asing yang dengan berbagai caranya mampu menetap tinggal di kerajaan tersebut. Ada yang mengikuti dan ada pula yang melakukan sebuah penolakan, tetapi dari itu semua perpecahan ketika runtuhnya kerajaan mataram ini membawa sebuah perpecahan dan kekuatan yang dahulunya sangat berjaya dalam mempertahankan keutuhan sebuah kerajaan besar mataram.

  1. Yogyakarta (1755-1945)

Yogyakarta (1755-1945) tepatnya setelah wafatnya kerajaan mataram pada kekuasaan pakubuwono I kemudian muncullah berbagai gejolak dalam kerajaan pada masa itu sehingga mengharuskan terpecah menjadi dua bagian yakni surakarta dan yogyakarta. Sama-sama memiliki ideologi dan mencari sebuah keuntungan masing-masing dan memiliki pemimpin dan kekuasaan masing-masing yang sebenarnya ketika ingin ditarik benang merahnya ialah berusaha terlepas dari penjajahan orang asing yang ada di indonesia. 13 februari 1755 awal mula terbentuknya kerajaan di yogyakarta dengan penguasa pada masa itu hamengku buwono I dan mampu mempertahankan dirinya hingga saat ini, tetapi sejarah mencatat perpindahan dari kerajaan kartasura ini berlandaskan keinginan untuk memperbaiki keadaan yang pada saat itu telah merasa dirugikan oleh para orang asing yang telah mempekerjakan tanpa tahu kehidupan rakyat.

  1. Republik indonesia / kamardikan (1945-sekarang)

Republik indonesia / kamardikan (1945-sekarang) terjadi ketika berbagai kerajaan dan elemen masyarakat yang telah menginginkan sebuah kemenangan dan keadilan bagi seluruh rakyat pada masa itu. kita ketahui kekuatan dari kerajaan baik di pulau jawa maupun di pula luar jawa yang kesemuanya bergejolak menyerukan sebuah revolusi dan tata kelola kepemimpinan yang satu kemudian muncullah sang inisiator yang berani dan tegas dalam mengambil sikap dan memperjuangkan kemakmuran dan keadilan dari para rakyat yaitu soekarno. Dan dengan munculnya tokoh yang mampu diandalkan ini barulah hamengku buwono IX dan pakubuwono X  memberikan kekuasaannya kepada pemimpin sebuah negara besar yaitu soekarno tetapi dengan tetap memberikan kekuasaan atas kerajaan yang dipimpin dari masing-masing raja hingga saat ini.