Posted on

Ciri-ciri Sebuah Keris dan Tangguhnya

  1. Keris Tangguh Jenggala

Nama Jenggala diambil dari kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok sebelum berdirinya kerajaan Singasari. Keris ini dipercaya sebagai keris dengan kualitas terbaik. Oleh karena itu, keris tangguh jenggala menduduki peringkat tertinggi dari jenis lainnya. Hal ini disebabkan karena penggunaan jenis besi yang berkualitas bagus dengan penempaan yang maksimal. Keris tangguh jenggala memiliki ciri ciri,

  • Pasikutannya luwes
  • Ukurannya besar diatas rata-rata
  • Besi yang kuat
  • Berwarna hitam kelam
  • Pamor yang halus, tipis, melekat kuat, dan seperti terang menyala.
  • Bagian sor-soran yang bulat dan tebal
  1. Keris Tangguh Tuban

Keris ini bisa dikatakan keris tangguh tua yang masih bisa dijumpai dan di dapatkan di era sekarang. Keris tangguh tuban diperkirakan dibuat pada zaman kerajaan Majapahit akhir. Ciri ciri nya yaitu

  • Umumnya dihapur lurus atau tanpa lekukan. Selain itu, keris ini juga kebanyakan dihapur ‘Tilam Upah’ atau ‘Kebo Lajer’.
  • Bentuk keris Tuban sangat unik dibandingkan dengan yang lainnya. Bilahnya besar dan tipis atau pipih dengan tempaan yang matang. Maka dari itu, keris ini terbilang ringan dan akan berbunyi dentingan bila disentil jari.
  • Pamor atau warna besi dari keris ini terdiri dari tiga warna; hitam, putih keruh, dan putih mengkilat.
  • Beberapa pamor pada keris tangguh Tuban yaitu pamor melati, pamor ndeling, pamor wos wutah, dsb.
  1. Keris Tangguh Singasari

Sesuai dengan namanya, keris ini sangat melekat hubungannya dengan kerajaan Singasari. Keris Singosari tergolong sepuh sebab keris ini diperkirakan dibuat pada 13M dengan ciri-ciri sebagai berikut

  • Teknik tempa dari besi yang digunakan yaitu dengan spasi, lebar, dan kasar
  • Gandiknya agak tinggi dan tidak terlalu miring
  • Pasikutannya tergolong kaku
  • Sirah cecak berbentuk lonjong memanjang
  • Bilahnya berukuran agak panjang dan ujungnya tergolong tumpul
  • warna besi yaitu abu-abu kehitaman
  • Pamor lumer dan pandes
  • Dhapur yang digunakan seperti betok, carubuk, dll.
  • Ujung ganja (hiasan bagian bawah bilah keris) biasanya menyudut.
  1. Keris Tangguh Padjajaran

Namanya diambil dari nama kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Barat dari abad ke 11 hingga 16 masehi. Kerajaan ini pada akhirnya musnah karena diserang oleh kesultanan Banten. Keris tangguh padjajaran biasanya berciri-ciri

  • Pasikutannya kaku dan kasar
  • Besi yang digunakan keputih-putihan
  • Posisi pamor pada bilah keris termasuk kokoh dan halus
  • Bilah tergolong panjang dengan ukuran kurang lebih 30 cm
  • Gandiknya miring dan panjang
  • Sirah cecaknya sama seperti tangguh singosari, lonjong memanjang
  • Dhapur yang dipakai seperti Tilam Upih dan Sujen Ampel
  • Panjang keris umumnya kurang lebih 40 cm
  1. Keris Tangguh Majapahit

Berdasarkan pakem jawa, keris tangguh majapahit berkisar antara tahun 1294-1474. Keunggulan dari keris ini terletak pada bagian tempanya, yaitu proses penempaan hingga berkali-kali. Oleh karena itu, banyak orang menyebut bahwa keris majapahit tidak mudah berkarat. Berikut adalah ciri khas keris tangguh majapahit

  • Bilahnya kecil dan ramping
  • Sirah cecaknya pendek dan runcing
  • Besi yang dipakai tergolong berat dan berwarna hitam agak biru atau ungu
  • Pasikutannya wingit
  • Pamor ngrambut beserat namun nyeprit (sedikit)
  • Biasanya terdapat lubang cacing atau unthuk cacing
  • Lekukannnya tidak begitu padat
  • Tantingannya tergolong ringan karena ukuran bilahnya yang ramping
  1. Keris Tangguh Pengging

Keris ini diperkirakan ada pada zaman kerajaan Pengging Wiradaya, dengan empunya yang terkenal diantaranya Mpu Gandawisesa, Mpu Gandawijaya, dan Mpu Wareng. Kerajaan Pengging berdiri di Jawa Tengah dari tahun 1475 hingga 1479. Itulah sebabnya daerah pengging merupakan daerah yang cukup dikenal dan menjadi salah satu nama tangguh di dunia perkerisan jawa. Ciri ciri keris tangguh pengging diantaranya

  • pasikutannya sedang dan ramping, sehingga cukup ringan untuk dibawa-bawa
  • luk keris atau lekukannya rengkol sekali atau cukup bergelombang
  • Besinya berwarna hitam
  • pamornya lumer dan pandes
  • gulu melednya panjang.
  • bilannya kecil dan panjang
  • ujungnya tergolong runcing

Selain itu ada yang berasumsi bahwa keris ini dibuat pada era transisi dari Segaluh ke Pengging sebab pada bagian ganja nya ada unsur Segaluh.

  1. Keris Tangguh Blambangan

Blambangan merupakan nama semenanjung di Banyuwangi, Jawa Timur. Oleh karena itu, dapat diperkirakan bahwa tangguh blambangan mendapat pengaruh unsur-unsur dari tangguh majapahit. Berdasarkan sejarah, keris blambangan juga mendapat pengaruh dari Mataram, Madura, dan Bali. Oleh karena itu, ciri umum keris blambangan yaitu

  • Luknya tidak begitu rengkol atau rengkol sedang
  • Ganja nya sebit rontal
  • Gandiknya agak miring atau ndoyong
  • Bilahnya gilik (pengaruh majapahit)
  • Sogokan nya pendek, lurus dan dangkal (pengaruh mataram, Madura)
  • Pamornya miring dan luwes (pengaruh majapahit)

Empu-empu yang membuat keris Blambangan diantaranya empu supagati, Empu tembarok, dan empu mendung.

  1. Keris Tangguh Sedayu

Keris ini dibuat oleh Empu Pangeran Sedayu. Menurut kebanyakan pecinta keris, keris ini merupakan keris yang sempurna karena besi yang digunakan adalah jenis besi pilihan dan matang. Penampilan keris sedayu berkarakter anggun, berwibawa, dan wingit. Ciri-ciri keris sedayu diantaranya

  • Menggunakan ganja wuwung atau datar
  • Gulu meled yang berukuran sedang
  • Buntut cecaknya berbentuk buntut urang
  • Lekukan kerisnya tergolong rengkol
  • Letak bilah pada ganja agak tunduk
  • Sogokannya menyerupai paruh burung karena agak runcing di ujung
  • Besinya hitam kebiruan dan berkesan basah
  • Besinya tahan karat dan matang tempaan
  • Pamornya lumer pandes
  1. Keris Tangguh Kediri

Keris tangguh Kediri mendapat sedikit pengaruh dari keris jenggala. Hal ini disebabkan adanya peperangan diantara keduanya, perang Kediri dan Jenggala. Ciri-ciri dari  keris ini yaitu

  • Tempaan besi dengan spasi rapat
  • Pasikutan yang kaku dan wingit
  • Sor-soran yang gemuk
  • Ganja tinggi dan bagian bawahnya tapak, hampir mirip dengan bentuk keris tangguh jenggala.
  • Besi yang digunakan berwarna abu-abu kehitaman
  • Pamornya lumer pandes dan suram.
  • Apabila disentil akan berbunyi dentingan karena tempaan besi yang matang
  • Gandiknya agak condong atau miring
  • Lekukan keris yang terkesan lurus tanpa rengkol
  1. Keris Tangguh Demak

Keris Tangguh Demak diperkirakan sudah ada pada abad ke 15. Keris pada masa ini hanya sebagai atribut pakaian yang dipakai para wali untuk menyebarkan agama islam. Oleh karena itu, pada masa ini keris lebih dipandang sebagai suatu unsur budaya di pulau jawa. Empu pada masa kerajaan Demak yaitu empu purwasari, empu purwatanu, dan empu subur.  Ciri-ciri keris tangguh demak diantaranya

  • Motif pamor yang digunakan yaitu Beras Utah dan Wiji Timun
  • Ganjanya rata
  • Gulu meled dan sirah cecak yang kecil dan menguncup
  • Besi yang dipakai berwarna hitam kebiruan
  • Bilah agak membungkuk dan berukuran sedang
  • Pasikutannya wingit
  • Sogokan yang terbilang panjang
  • Gandiknya sedang dan tegak lurus
  1. Keris Tangguh Sendang

Sebenarnya, keris sendang terpengaruh unsur-unsur dari keris tangguh sedayu yang mana pembuat keris pada masa itu adalah empu pangeran sedayu. Ciri dari keris tangguh sendang yaitu besi yang digunakan berwarna hitam dan berkesan basah. Pamor nya pun kurang padat, seolah mengambang. Bilah keris sendang agak pendek, rammping, dan kecil. Selain itu, proses tempaan besi untuk keris sendang terbilang matang sehingga memiliki kualitas yang cukup bagus. Lekukan keris sendang terbilang rengkol. Ciri lain yang menonjol dan mirip dengan keris sedayu ialah menggunakan ganja wuwung atau datar dan gulu meled nya yang berukuran sedang. Meskipun demikian, banyak pecinta keris mengatakan bahwa pasikutannya kurang harmonis dan serasi.

  1. Keris Tangguh Pajang

Keris-keris Pajang pada umumnya terlihat gagah dengan bilah yang panjang. Keris Pajang memiliki ukuran kurang lebih 40 cm. Keris ini nampak gagah, bhirawa, dan sangar mungkin karena latar belakang orang-orang pajang yang berani dan kuat. Ganja keris pajang terbilang tipis dan nyebit rontal. Bilahnya tergolong tipis dan lebar, sehingga sogokannya pun juga lebar. Selain itu, lekukan keris pajang tidak begitu rengkol namun kembang kacang nggelung wayang. Pamornya pun lebar dan pandes. Tak lupa, sirah cecak dari keris ini yaitu lancip. Itulah sedikit ciri khas dari keris pajang yang nampak berbeda dari jenis keris lainnya.

  1. Keris Tangguh Mataram

Pada umumnya, keris mataram terbagi menjadi tiga dengan ciri khas masing-masing. Tiga macam keris tangguh mataram yaitu keris mataram Senopaten, keris mataram Sultan Agung, dan keris mataram Amangkuratan. Perbedaan ciri khas yang pertama dilihat dari pasikutannya. Pasikutan keris mataram senopati yaitu prigel dan sereg, mataram sultan agung yaitu serasi dan enak dilihat, sedangkan mataram amangkuratan yaitu galak. Kedua, dilihat dari besinya, keris mataram senopati memakai hitam kebiruan, sedangkan keris mataram sultan agung dan amangkuratan besinya mentah, tidak begitu baik dalam proses tempaan. Ketiga, pamor dari mataram senopaten yaitu pandes lan ngrawat, mataram sultan agung yaitu mubyar, sedangkan pamor dari mataram amangkuratan yaitu tangguh.

  1. Keris Tangguh Bali

Seni menempa keris telah ada di Bali sejak 1343, yaitu ketika Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit. Ukuran keris Bali relative lebih besar dari keris jawa lainnya. Selain itu, hiasan pada keris juga lebih artistic sebab dicampur dengan ornament khas Bali. Bilah keris Bali memiliki ukuran panjang kurang lebih 40 hingga 45 cm. Pamor keris Bali tergolong besar dan halus. Nama pamor yang digunakan pun juga tidak jauh berbeda dengan di jawa seperti Wos Wutah, Sungsun Buron, Tunggul Kukus, dan yang lainnya. Selain itu, kesan besi yang digunakan yaitu berkilau atau mengkilat. Terleboh lagi, keris di Bali lebih terlihat wingit karena biasanya juga digunakan untuk upacara adat.

  1. Keris Tangguh Madura Tua

Keris Madura tua merupakan salah satu jenis dari keris tangguh Madura selain keris Madura muda. Keris Madura tua mendapat pengaruh dari keris tangguh Majapahit. Pada umumnya ganja keris Madura tua lebih pendek dari keris jawa lainnya. Ganja keris Madura tua juga bisa disebut sebit  ron tal dengan sirah cecak yang pendek pula. Selain itu, besi yang digunakan berwarna hitam pucat dan terkesan kering. Pasikutan dari keris ini bisa dibilang seimbang dan harmonis sehingga terlihat menyenangkan. Uniknya, panjang bilah dari keris Madura tua tidak bisa ditentukan, maksudnya yaitu terkadang bilahnya panjang, terkadang sedang, dan bisa juga pendek. Pamor dari keris ini yaitu nyekrak dan kasar.

Posted on

6 Keris Pusaka Paling Melegenda

  1. Keris Pusaka Mpu Gandring

Keris pusaka mpu gandring merupakan salah satu keris terkenal dalam sejarah kerajaan singasari dengan aktor utama ken arok yang dengan kehebatannya memiliki kekuasaan di kerajaan yang dipimpin oleh ken arok. Simbol dari kekuasaan tersebut dibentukkan dalam sebuah keris yang menyimbolkan kekuatan tak tertandingi. Pada masa itu, sangatlah berharga sekali sebuah keris karena memang menyimbolkan banyak hal layaknya sebuah keagungan dari sebuah kekuasaan yang ada. Ken arok meletakkan pembuatan keris tersebut kepada seorang ahli pembuat keris yang bernama mpu gandring yang mana pada masa itu menjadi salah satu pembuat keris terbaik.

Mpu gandring yang notabene pembuat keris paling tua dan berpengalaman dalam pembuatan keris tersebut memberikan sentuhan terbaik untuk menciptakan sebuah keris dengan kekuatan supranatural dari dalam dirinya. Begitu spesialnya seorang ken arok hingga menjadikan mpu gandring malu ketika tidak mampu mempersembahkan sebuah keris yang memiliki kekuatan dan menyimbolkan kekuatan dari pemakainya. Keris pusaka mpu gandring pun dengan segala kekuatan dan upaya dari sang mpu bisa terselesaikan dengan karya yang sangat luar biasa. Tetapi karena kekuasaan dan kekuatan yang ditimbulkan dari keris tersebut justru menjadikan ken arok berpikir jika akan lebih memberikan kekuatan yang lebih besar lagi jika keris yang dibuat oleh mpu gandring ini bersatu dengan pemiliknya. Maka ken arok pun melakukan tindakan yaitu membunuh mpu gandring tersebut guna semakin memperkuat keris yang dipakainya.

  1. Keris Pusaka Naga Sasra Sabuk Inten

Keris pusaka naga sasra sabuk inten merupakan salah satu pusaka adidaya peninggalan kerajaan majapahit. Peninggalan ini membuktikan jika pada masa itu simbol dari sebuah kekuasaan ialah sebuah keris yang dibuat oleh seorang pandai keris dengan kekuatan supranatural pada tiap penciptaan keris yang ada sehingga menghasilkan sebuah karya yang mampu memberikan energi positif bagi pemakainya. Mpu supa merupakan salah seorang pembuat dari keris naga sasra sabuk inten ini yang telah mengorbankan waktu dan kekuatannya guna menghasilkan sebuah keris yang bernilai tinggi  dari segi artistiknya dan juga kemampuannya dalam menemani pemegang keris tersebut yaitu raja brawijaya.

Simbol kekuatan dan kekuatan pada masa itu diwujudkan kedalam sebuah karya berupa keris dan salah satunya ialah keris pusaka naga sasra sabuk inten yang hingga kini tetap abadi namanya kedalam sebuah pusaka bernilai tinggi. Bisa dilihat dari bentuk dan bahan yang dipergunakan untuk membuat keris yang satu ini. Keris naga sasra ini memiliki 13 lekukan dan juga balutan inten yang sangat menawan beserta ukiran naga dibawah keris tersebut sehingga jika dinilai pada masa saat ini menjadikan keris tersebut sangatlah bernilai tinggi dari segi artistiknya. Raja brawijaya pada saat itu memanglah menjadi raja dengan keperkasaan dan kekuatan yang dimiliki kerajaan tersebut mengharuskan memiliki senjata yang tentunya memberikannya sebuah energi atau kekuatan yang mampu menyimbolkan sebuah kekuatan. Sehingga keris lah salah satu simbol yang mampu menjawab kekuatan tersebut.

  1. Keris Pusaka Kala Munyeng (Milik Sunan Giri)

Keris pusaka kala munyeng (milik sunan giri) merupakan sebuah kisah dari kerajaan raja majapahit yaitu raja brawijaya yang berkuasa pada masa itu hingga merasa terganggu oleh hadirnya seorang sunan giri yang telah memberikan ancaman berupa semakin tersohornya nama giri tersebut yang sebanarnya sunan giri tersebut hanyalah ingin mempersatukan semua lapisan masyarakat untuk semakin mengimankan hati kepada sang pencipta. Pada masa kerajaan raja brawijaya tersebut sangat tidak menginginkan jika ada selain dirinya yang mampu dan dianggap lebih pandai darinya. Maka dari hal tersebut raja brawijaya mengutus seorang patih gajah mada untuk menyerang dan menghabisi sunan giri.

Sunan giri alias muhamad ainul yakin sebagai seorang pendakwah tentunya memahami apa yang akan terjadi kelak ketika dakwahnya yang mampu mengubah pola pikir dari para masyarakat akan terhendus oleh kerajaan majapahit yang tentunya akan dianggap sebagai sebuah musuh. Ketika patih gajah mada dan bala tentaranya telah akan menyerang sunan giri kemudian sunan giri melemparkan ranting kayu, dengan seijin tuhan menjadikan ranting kayu tersebut berputar-putar melayang hingga membuat pasukan dari patih gajah mada tersebut meyakini tentang kekuatan dari sunan giri dan kemudian dari akhlak yang ditujukan dari sunan giri yang lemah lembut serta menjelaskan jika tujuannya untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat sehingga menjadikan yang semula ingin menghabisi berangsur meyakini ajaran dari sunan giri tersebut. Makna dari keris pusaka kala munyeng (milik sunan giri) ini diartikan sebagai senjata pusaka yang berputar-putar yang hingga kini dianggap sebagai keris pusaka yang mampu meluluh lantakkan pasukan dari patih gajah mada.

  1. Keris Pusaka Kyai Condong Campur

Keris pusaka kyai condong campur merupakan jenis pusaka yang memiliki hikmah dan makna yang sangat tinggi dalam perjalanan kerajaan majapahit pada masa itu. kita ketahui jika kerajaan majapahit saat itu mencapai puncak kejayaannya sehingga menjadikan kekuasaan dan kekuatannya meliputi banyak wilayah. Namun dalam perkembangannya dan kejayaan dari kerajaan majapahit tersebut justru mengalami sebuah permasalahan baru perihal tentang perbedaan yang semakin mencolok seiring dengan perkembangan dari kerajaan tersebut. Baik dari sektor keadilan yang semakin mencolok pada masa itu, sehingga menimbulkan perdebatan dan perundingan yang cukup alot pada para pemegang kekuasaan kerajaan majapahit pada masa itu.

Kemudian muncullah sebuah solusi untuk mencari solusi bersama atau musyawarah sehingga memunculkan keris pusaka kyai condong campur yang maksudnya condong sebagai makna keberpihakan terhadap salah satu pihak dan sebagai memahami keadaan pada masa itu dan juga campur dimaknai sebagai salah satu cara dalam meningkatkan persatuan dan kesamaan akan sebuah keinginan bersama yaitu keadilan. Dari makna tersebut sangatlah tinggi makna dari sebuah nama dari cara dan solusi dalam mencari kebersamaan hingga dinisbatkan sebagai pusaka yang terkenal hingga saat ini dan menjadi penafsiran jikalau sudah sejak dahulu perundingan dan musyawarah dipergunakan untuk menyelesiakan setiap permasalahan bersama hingga sekarang. Jadi dari penafsiran arti dari pusaka kyai condong campur ini bisa dijadikan rujukan untuk meninggikan sikap keadilan agar tidak merugikan salah satu pihak dan mendapatkan keadilan yang sejati.

  1. Keris Pusaka Setan Kober

Keris pusaka setan kober yang tentunya memiliki makna dan arti yang hingga kini masih tersimpan dengan baik hingga menjadi sebuah budaya dan istiadat yang tak luntur oleh waktu. Keris pusaka ini dahulunya pada masa kerajaan majapahit dibuat oleh seorang pandai keris yang bernama mpu supa yang notabene juga telah membuat berbagai keris yang terkenal lainnya. Namun berbeda dengan keris yang satu ini yang diberikan kepada sunan kudus pada awal kerajaan demak dan kemudian keris ini diberikan kepada murid dari sunan kudus tersebut yaitu arya penangsang yang hingga saat ini selalu dikenang namanya karena kegigihannya dalam memperjuangkan kerajaan islam pada masa itu melawan sutawijaya.

Pada peperangan yang terjadi arya penangsang pun mendapati perutnya tergores oleh pedang dari sutawijaya dan menjadikan usus dari arya penangsang menyeruak keluar hingga menjadikan pendaharan yang luar biasa. Kemudian arya penangsang pun menyelipkan keris pusaka setan kober yang dimilikinya sebagai penahan dari pendaharan yang terjadi pada dirinya. Walaupun begitu arya penangsang pun mengalami kekalahan dari sutawijaya. Namun dari penasihat sutawijaya yang melihat perjuangan dari seorang arya penangsang pun menjadikan penyelipan keris ke perut dari tubuh arya penangsang sebagai salah satu simbol kekuatan dan menjadi budaya hingga saat ini yaitu ketika mengenakan pakaian adat jawa pastilah menyelipkan keris disertai bunga melati yang menandakan darah yang berucur deras dari arya penangsang.

  1. Keris Kyai Sengkelat (Brawijaya Ke V )

Keris kyai sengkelat (brawijaya ke V) merupakan salah satu keris yang dibuat oleh mpu supa yang juga telah membuat berbagai keris sakti lainnya untuk pengabdiannya kepada kerajaan majapahit pada masa itu. kerajaan majapahit pada masa itu memanglah sebuah kerajaan besar yang memiliki kekuasaan terbesar dan memiliki pasukan yang kuat dan hebat. Pembuatan dari keris tersebut menggunakan besi yang diberikan khusus oleh sunan ampel kepada mpu supa, yang sebenarnya dari sunan ampel menginginkan besi tersebut dibuat pedang yang lurus dan tajam tetapi dari mpu supa justru membuatnya menjadi sebuah keris dengan lekukan 13 tanpa balutan emas ataupun bahan lainnya. Kemudian ketika telah selesai pengerjaannya diberikanlah kepada sunan ampel, namun karena sunan ampel kurang berminat dan tertarik dengan keris tersebut kemudian sunan ampel pun meminta mpu supa untuk memberikan keris tersebut kepada raja brawijaya V. Kita ketahui jika simbol kekuatan dan kekuasaan ditandai dengan sebuah keris sehingga memang sudah tradisinya membuat dan memiliki keris bagi seorang penguasa pada masa itu.

Setelah keris telah diberikan kepada raja brawijaya V kemudian disimpanlah oleh raja brawijaya tersebut kemudian ditempatkan penyimpanan benda pusaka. Dengan diberikannya keris tersebut kepada raja brawijaya tentunya akan membuat sebuah cerita yang timbul dan booming dikalangan masyarakat luas dan ada yang mencoba mencuri keris kyai sengkelat (brawijaya ke V). Hal itupun terjadi benar-benar hilang dicuri lalu raja brawijaya memerintahkan mpu supa yang telah membuat keris tersebut dan mengerti akan keberadaan dari keris tersebut karena sejatinya seorang pembuat keris tersebut memiliki rasa batin yang terikat ke keris yang telah dibuatnya.

Posted on

Dapur Keris Pusaka Luk 29

Kala Bendu

Dapur Keris Pusaka Luk 29 merupakan Luk terakhir yang ada di dalam dapur keris. Sebab saat ini Luk terakhir keris masih 29 dan belum diketahui lagi untuk Luk yang diatas 29, sebab hanya sebatas inilah kebanyakan hitungan lekuknya.

Keris Luk 29 sudah sangat langka dan selama ini memang sudah sangat jarang di temui di sekitar kita, walaupun langka ada beberapa orang yang memilikinya. Harus anda percaya akan tetap ada yang mempunyai Keris Kala Bendu ini. Percaya atau tidak Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini terbilang sangat ganas dan kuat, bahkan ia memiliki tuah yang sangat kuat namun meski demikian khodam dari Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini sanag sulit untuk mengakui sang pemilik, dan hanya orang – orang terpilihlah yang dapat menaklukan khodamnya.

Khasiat Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini dapat membantu sang pemilik dalam urusan duniawi seperti halnya memperlancar bisnis dan usaha. Dan bahkan beberapa sumber mengatakan jika seseorang yang mampu memiliki keris ini maka dapat menjadi paranormal yang dapat dimintai pertolongan dalam hal apapun. Bukan pemilk keris ini yang bisa dikata hebat namun khodam yang ada di dalam keris inilah yang hebat yang mampu mendatangkan tuah. Khodam yang ada di dalam keris ini mampu diminta bentuan untuk menjalankan beberapa proses permasalahan yang sedang dihadapi oleh pemilik.

Dikutip dari beberapa sumber dikatakan jika Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini bisa saja menjadi tidak bagus jika dimiliki oleh orang yang salah sebba jika yang memilki orang yang salah atau tidak cocok maka keris ini dapat menghantarkan dan mengeluarkan energi yang negatif bagi sang pemilik. Maka jika sudah seperti ini kehidupan sang pemilik akan menjadi berbahaya. Dari sumber lain menyebutkan jika orang yang ingin memiliki Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini mempunyai niat baik maka insyallah sang pemilik dapat menikmati dan merasakan dahsyatnya tuah yang ada di dalam Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini.

Keris ini sangat cocok digunakan oleh orang – orang yang memiliki bisnis atau sednag bekerja di dunia industri. Sebab keris ini dapat menakhlukan lawan bisnis anda dengan mudah serta dapat mempengaruhi atasan ketika bekerja. Dengan keris ini insyallah ekspansi bisnis anda dapat meluas dan berkembang pesat. Selain itu keris kala bendu juga dapat dijadikan sebagai pagar diri untuk melindugi keluarga atau diri sendiri dari kejahatan yang dilakukan oleh mungsuh atau orang yang iri dengki kepada kita. Insyallah dengan adanya Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu ini keluraga akan aman tentram dan dijauhkan dari mara bahaya yang ada.

Keris Kala bendu ini memiliki panjang kurang lebih 50 cm dengan 29 lekukan keris ini merupakan keris yang dibuat di zaman Kerajaan Mataram Kuno dan dibuat oleh orang – orang sakti pada zamannya. Keris ini memiliki ukiran pada logamnya yang sarat akan makna. Sementara tutup dari keris ini berwarna emas yang mengkilap menyilaukan mata bagi orang yang memandang, hal inilah yang menjadi daya pikat tersendiri di sisi estetika Keris Pusaka Luk 29 Kala Bendu. Untuk gagang keris terbuat dari kayu kuno yang dijamin sangat awet untuk ukuran keris yang sudah terlampau kuno dan sakti ini.