Posted on

Ciri-ciri Sebuah Keris dan Tangguhnya

  1. Keris Tangguh Jenggala

Nama Jenggala diambil dari kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok sebelum berdirinya kerajaan Singasari. Keris ini dipercaya sebagai keris dengan kualitas terbaik. Oleh karena itu, keris tangguh jenggala menduduki peringkat tertinggi dari jenis lainnya. Hal ini disebabkan karena penggunaan jenis besi yang berkualitas bagus dengan penempaan yang maksimal. Keris tangguh jenggala memiliki ciri ciri,

  • Pasikutannya luwes
  • Ukurannya besar diatas rata-rata
  • Besi yang kuat
  • Berwarna hitam kelam
  • Pamor yang halus, tipis, melekat kuat, dan seperti terang menyala.
  • Bagian sor-soran yang bulat dan tebal
  1. Keris Tangguh Tuban

Keris ini bisa dikatakan keris tangguh tua yang masih bisa dijumpai dan di dapatkan di era sekarang. Keris tangguh tuban diperkirakan dibuat pada zaman kerajaan Majapahit akhir. Ciri ciri nya yaitu

  • Umumnya dihapur lurus atau tanpa lekukan. Selain itu, keris ini juga kebanyakan dihapur ‘Tilam Upah’ atau ‘Kebo Lajer’.
  • Bentuk keris Tuban sangat unik dibandingkan dengan yang lainnya. Bilahnya besar dan tipis atau pipih dengan tempaan yang matang. Maka dari itu, keris ini terbilang ringan dan akan berbunyi dentingan bila disentil jari.
  • Pamor atau warna besi dari keris ini terdiri dari tiga warna; hitam, putih keruh, dan putih mengkilat.
  • Beberapa pamor pada keris tangguh Tuban yaitu pamor melati, pamor ndeling, pamor wos wutah, dsb.
  1. Keris Tangguh Singasari

Sesuai dengan namanya, keris ini sangat melekat hubungannya dengan kerajaan Singasari. Keris Singosari tergolong sepuh sebab keris ini diperkirakan dibuat pada 13M dengan ciri-ciri sebagai berikut

  • Teknik tempa dari besi yang digunakan yaitu dengan spasi, lebar, dan kasar
  • Gandiknya agak tinggi dan tidak terlalu miring
  • Pasikutannya tergolong kaku
  • Sirah cecak berbentuk lonjong memanjang
  • Bilahnya berukuran agak panjang dan ujungnya tergolong tumpul
  • warna besi yaitu abu-abu kehitaman
  • Pamor lumer dan pandes
  • Dhapur yang digunakan seperti betok, carubuk, dll.
  • Ujung ganja (hiasan bagian bawah bilah keris) biasanya menyudut.
  1. Keris Tangguh Padjajaran

Namanya diambil dari nama kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Barat dari abad ke 11 hingga 16 masehi. Kerajaan ini pada akhirnya musnah karena diserang oleh kesultanan Banten. Keris tangguh padjajaran biasanya berciri-ciri

  • Pasikutannya kaku dan kasar
  • Besi yang digunakan keputih-putihan
  • Posisi pamor pada bilah keris termasuk kokoh dan halus
  • Bilah tergolong panjang dengan ukuran kurang lebih 30 cm
  • Gandiknya miring dan panjang
  • Sirah cecaknya sama seperti tangguh singosari, lonjong memanjang
  • Dhapur yang dipakai seperti Tilam Upih dan Sujen Ampel
  • Panjang keris umumnya kurang lebih 40 cm
  1. Keris Tangguh Majapahit

Berdasarkan pakem jawa, keris tangguh majapahit berkisar antara tahun 1294-1474. Keunggulan dari keris ini terletak pada bagian tempanya, yaitu proses penempaan hingga berkali-kali. Oleh karena itu, banyak orang menyebut bahwa keris majapahit tidak mudah berkarat. Berikut adalah ciri khas keris tangguh majapahit

  • Bilahnya kecil dan ramping
  • Sirah cecaknya pendek dan runcing
  • Besi yang dipakai tergolong berat dan berwarna hitam agak biru atau ungu
  • Pasikutannya wingit
  • Pamor ngrambut beserat namun nyeprit (sedikit)
  • Biasanya terdapat lubang cacing atau unthuk cacing
  • Lekukannnya tidak begitu padat
  • Tantingannya tergolong ringan karena ukuran bilahnya yang ramping
  1. Keris Tangguh Pengging

Keris ini diperkirakan ada pada zaman kerajaan Pengging Wiradaya, dengan empunya yang terkenal diantaranya Mpu Gandawisesa, Mpu Gandawijaya, dan Mpu Wareng. Kerajaan Pengging berdiri di Jawa Tengah dari tahun 1475 hingga 1479. Itulah sebabnya daerah pengging merupakan daerah yang cukup dikenal dan menjadi salah satu nama tangguh di dunia perkerisan jawa. Ciri ciri keris tangguh pengging diantaranya

  • pasikutannya sedang dan ramping, sehingga cukup ringan untuk dibawa-bawa
  • luk keris atau lekukannya rengkol sekali atau cukup bergelombang
  • Besinya berwarna hitam
  • pamornya lumer dan pandes
  • gulu melednya panjang.
  • bilannya kecil dan panjang
  • ujungnya tergolong runcing

Selain itu ada yang berasumsi bahwa keris ini dibuat pada era transisi dari Segaluh ke Pengging sebab pada bagian ganja nya ada unsur Segaluh.

  1. Keris Tangguh Blambangan

Blambangan merupakan nama semenanjung di Banyuwangi, Jawa Timur. Oleh karena itu, dapat diperkirakan bahwa tangguh blambangan mendapat pengaruh unsur-unsur dari tangguh majapahit. Berdasarkan sejarah, keris blambangan juga mendapat pengaruh dari Mataram, Madura, dan Bali. Oleh karena itu, ciri umum keris blambangan yaitu

  • Luknya tidak begitu rengkol atau rengkol sedang
  • Ganja nya sebit rontal
  • Gandiknya agak miring atau ndoyong
  • Bilahnya gilik (pengaruh majapahit)
  • Sogokan nya pendek, lurus dan dangkal (pengaruh mataram, Madura)
  • Pamornya miring dan luwes (pengaruh majapahit)

Empu-empu yang membuat keris Blambangan diantaranya empu supagati, Empu tembarok, dan empu mendung.

  1. Keris Tangguh Sedayu

Keris ini dibuat oleh Empu Pangeran Sedayu. Menurut kebanyakan pecinta keris, keris ini merupakan keris yang sempurna karena besi yang digunakan adalah jenis besi pilihan dan matang. Penampilan keris sedayu berkarakter anggun, berwibawa, dan wingit. Ciri-ciri keris sedayu diantaranya

  • Menggunakan ganja wuwung atau datar
  • Gulu meled yang berukuran sedang
  • Buntut cecaknya berbentuk buntut urang
  • Lekukan kerisnya tergolong rengkol
  • Letak bilah pada ganja agak tunduk
  • Sogokannya menyerupai paruh burung karena agak runcing di ujung
  • Besinya hitam kebiruan dan berkesan basah
  • Besinya tahan karat dan matang tempaan
  • Pamornya lumer pandes
  1. Keris Tangguh Kediri

Keris tangguh Kediri mendapat sedikit pengaruh dari keris jenggala. Hal ini disebabkan adanya peperangan diantara keduanya, perang Kediri dan Jenggala. Ciri-ciri dari  keris ini yaitu

  • Tempaan besi dengan spasi rapat
  • Pasikutan yang kaku dan wingit
  • Sor-soran yang gemuk
  • Ganja tinggi dan bagian bawahnya tapak, hampir mirip dengan bentuk keris tangguh jenggala.
  • Besi yang digunakan berwarna abu-abu kehitaman
  • Pamornya lumer pandes dan suram.
  • Apabila disentil akan berbunyi dentingan karena tempaan besi yang matang
  • Gandiknya agak condong atau miring
  • Lekukan keris yang terkesan lurus tanpa rengkol
  1. Keris Tangguh Demak

Keris Tangguh Demak diperkirakan sudah ada pada abad ke 15. Keris pada masa ini hanya sebagai atribut pakaian yang dipakai para wali untuk menyebarkan agama islam. Oleh karena itu, pada masa ini keris lebih dipandang sebagai suatu unsur budaya di pulau jawa. Empu pada masa kerajaan Demak yaitu empu purwasari, empu purwatanu, dan empu subur.  Ciri-ciri keris tangguh demak diantaranya

  • Motif pamor yang digunakan yaitu Beras Utah dan Wiji Timun
  • Ganjanya rata
  • Gulu meled dan sirah cecak yang kecil dan menguncup
  • Besi yang dipakai berwarna hitam kebiruan
  • Bilah agak membungkuk dan berukuran sedang
  • Pasikutannya wingit
  • Sogokan yang terbilang panjang
  • Gandiknya sedang dan tegak lurus
  1. Keris Tangguh Sendang

Sebenarnya, keris sendang terpengaruh unsur-unsur dari keris tangguh sedayu yang mana pembuat keris pada masa itu adalah empu pangeran sedayu. Ciri dari keris tangguh sendang yaitu besi yang digunakan berwarna hitam dan berkesan basah. Pamor nya pun kurang padat, seolah mengambang. Bilah keris sendang agak pendek, rammping, dan kecil. Selain itu, proses tempaan besi untuk keris sendang terbilang matang sehingga memiliki kualitas yang cukup bagus. Lekukan keris sendang terbilang rengkol. Ciri lain yang menonjol dan mirip dengan keris sedayu ialah menggunakan ganja wuwung atau datar dan gulu meled nya yang berukuran sedang. Meskipun demikian, banyak pecinta keris mengatakan bahwa pasikutannya kurang harmonis dan serasi.

  1. Keris Tangguh Pajang

Keris-keris Pajang pada umumnya terlihat gagah dengan bilah yang panjang. Keris Pajang memiliki ukuran kurang lebih 40 cm. Keris ini nampak gagah, bhirawa, dan sangar mungkin karena latar belakang orang-orang pajang yang berani dan kuat. Ganja keris pajang terbilang tipis dan nyebit rontal. Bilahnya tergolong tipis dan lebar, sehingga sogokannya pun juga lebar. Selain itu, lekukan keris pajang tidak begitu rengkol namun kembang kacang nggelung wayang. Pamornya pun lebar dan pandes. Tak lupa, sirah cecak dari keris ini yaitu lancip. Itulah sedikit ciri khas dari keris pajang yang nampak berbeda dari jenis keris lainnya.

  1. Keris Tangguh Mataram

Pada umumnya, keris mataram terbagi menjadi tiga dengan ciri khas masing-masing. Tiga macam keris tangguh mataram yaitu keris mataram Senopaten, keris mataram Sultan Agung, dan keris mataram Amangkuratan. Perbedaan ciri khas yang pertama dilihat dari pasikutannya. Pasikutan keris mataram senopati yaitu prigel dan sereg, mataram sultan agung yaitu serasi dan enak dilihat, sedangkan mataram amangkuratan yaitu galak. Kedua, dilihat dari besinya, keris mataram senopati memakai hitam kebiruan, sedangkan keris mataram sultan agung dan amangkuratan besinya mentah, tidak begitu baik dalam proses tempaan. Ketiga, pamor dari mataram senopaten yaitu pandes lan ngrawat, mataram sultan agung yaitu mubyar, sedangkan pamor dari mataram amangkuratan yaitu tangguh.

  1. Keris Tangguh Bali

Seni menempa keris telah ada di Bali sejak 1343, yaitu ketika Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit. Ukuran keris Bali relative lebih besar dari keris jawa lainnya. Selain itu, hiasan pada keris juga lebih artistic sebab dicampur dengan ornament khas Bali. Bilah keris Bali memiliki ukuran panjang kurang lebih 40 hingga 45 cm. Pamor keris Bali tergolong besar dan halus. Nama pamor yang digunakan pun juga tidak jauh berbeda dengan di jawa seperti Wos Wutah, Sungsun Buron, Tunggul Kukus, dan yang lainnya. Selain itu, kesan besi yang digunakan yaitu berkilau atau mengkilat. Terleboh lagi, keris di Bali lebih terlihat wingit karena biasanya juga digunakan untuk upacara adat.

  1. Keris Tangguh Madura Tua

Keris Madura tua merupakan salah satu jenis dari keris tangguh Madura selain keris Madura muda. Keris Madura tua mendapat pengaruh dari keris tangguh Majapahit. Pada umumnya ganja keris Madura tua lebih pendek dari keris jawa lainnya. Ganja keris Madura tua juga bisa disebut sebit  ron tal dengan sirah cecak yang pendek pula. Selain itu, besi yang digunakan berwarna hitam pucat dan terkesan kering. Pasikutan dari keris ini bisa dibilang seimbang dan harmonis sehingga terlihat menyenangkan. Uniknya, panjang bilah dari keris Madura tua tidak bisa ditentukan, maksudnya yaitu terkadang bilahnya panjang, terkadang sedang, dan bisa juga pendek. Pamor dari keris ini yaitu nyekrak dan kasar.