Posted on

6 Keris Pusaka Paling Melegenda

  1. Keris Pusaka Mpu Gandring

Keris pusaka mpu gandring merupakan salah satu keris terkenal dalam sejarah kerajaan singasari dengan aktor utama ken arok yang dengan kehebatannya memiliki kekuasaan di kerajaan yang dipimpin oleh ken arok. Simbol dari kekuasaan tersebut dibentukkan dalam sebuah keris yang menyimbolkan kekuatan tak tertandingi. Pada masa itu, sangatlah berharga sekali sebuah keris karena memang menyimbolkan banyak hal layaknya sebuah keagungan dari sebuah kekuasaan yang ada. Ken arok meletakkan pembuatan keris tersebut kepada seorang ahli pembuat keris yang bernama mpu gandring yang mana pada masa itu menjadi salah satu pembuat keris terbaik.

Mpu gandring yang notabene pembuat keris paling tua dan berpengalaman dalam pembuatan keris tersebut memberikan sentuhan terbaik untuk menciptakan sebuah keris dengan kekuatan supranatural dari dalam dirinya. Begitu spesialnya seorang ken arok hingga menjadikan mpu gandring malu ketika tidak mampu mempersembahkan sebuah keris yang memiliki kekuatan dan menyimbolkan kekuatan dari pemakainya. Keris pusaka mpu gandring pun dengan segala kekuatan dan upaya dari sang mpu bisa terselesaikan dengan karya yang sangat luar biasa. Tetapi karena kekuasaan dan kekuatan yang ditimbulkan dari keris tersebut justru menjadikan ken arok berpikir jika akan lebih memberikan kekuatan yang lebih besar lagi jika keris yang dibuat oleh mpu gandring ini bersatu dengan pemiliknya. Maka ken arok pun melakukan tindakan yaitu membunuh mpu gandring tersebut guna semakin memperkuat keris yang dipakainya.

  1. Keris Pusaka Naga Sasra Sabuk Inten

Keris pusaka naga sasra sabuk inten merupakan salah satu pusaka adidaya peninggalan kerajaan majapahit. Peninggalan ini membuktikan jika pada masa itu simbol dari sebuah kekuasaan ialah sebuah keris yang dibuat oleh seorang pandai keris dengan kekuatan supranatural pada tiap penciptaan keris yang ada sehingga menghasilkan sebuah karya yang mampu memberikan energi positif bagi pemakainya. Mpu supa merupakan salah seorang pembuat dari keris naga sasra sabuk inten ini yang telah mengorbankan waktu dan kekuatannya guna menghasilkan sebuah keris yang bernilai tinggi  dari segi artistiknya dan juga kemampuannya dalam menemani pemegang keris tersebut yaitu raja brawijaya.

Simbol kekuatan dan kekuatan pada masa itu diwujudkan kedalam sebuah karya berupa keris dan salah satunya ialah keris pusaka naga sasra sabuk inten yang hingga kini tetap abadi namanya kedalam sebuah pusaka bernilai tinggi. Bisa dilihat dari bentuk dan bahan yang dipergunakan untuk membuat keris yang satu ini. Keris naga sasra ini memiliki 13 lekukan dan juga balutan inten yang sangat menawan beserta ukiran naga dibawah keris tersebut sehingga jika dinilai pada masa saat ini menjadikan keris tersebut sangatlah bernilai tinggi dari segi artistiknya. Raja brawijaya pada saat itu memanglah menjadi raja dengan keperkasaan dan kekuatan yang dimiliki kerajaan tersebut mengharuskan memiliki senjata yang tentunya memberikannya sebuah energi atau kekuatan yang mampu menyimbolkan sebuah kekuatan. Sehingga keris lah salah satu simbol yang mampu menjawab kekuatan tersebut.

  1. Keris Pusaka Kala Munyeng (Milik Sunan Giri)

Keris pusaka kala munyeng (milik sunan giri) merupakan sebuah kisah dari kerajaan raja majapahit yaitu raja brawijaya yang berkuasa pada masa itu hingga merasa terganggu oleh hadirnya seorang sunan giri yang telah memberikan ancaman berupa semakin tersohornya nama giri tersebut yang sebanarnya sunan giri tersebut hanyalah ingin mempersatukan semua lapisan masyarakat untuk semakin mengimankan hati kepada sang pencipta. Pada masa kerajaan raja brawijaya tersebut sangat tidak menginginkan jika ada selain dirinya yang mampu dan dianggap lebih pandai darinya. Maka dari hal tersebut raja brawijaya mengutus seorang patih gajah mada untuk menyerang dan menghabisi sunan giri.

Sunan giri alias muhamad ainul yakin sebagai seorang pendakwah tentunya memahami apa yang akan terjadi kelak ketika dakwahnya yang mampu mengubah pola pikir dari para masyarakat akan terhendus oleh kerajaan majapahit yang tentunya akan dianggap sebagai sebuah musuh. Ketika patih gajah mada dan bala tentaranya telah akan menyerang sunan giri kemudian sunan giri melemparkan ranting kayu, dengan seijin tuhan menjadikan ranting kayu tersebut berputar-putar melayang hingga membuat pasukan dari patih gajah mada tersebut meyakini tentang kekuatan dari sunan giri dan kemudian dari akhlak yang ditujukan dari sunan giri yang lemah lembut serta menjelaskan jika tujuannya untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat sehingga menjadikan yang semula ingin menghabisi berangsur meyakini ajaran dari sunan giri tersebut. Makna dari keris pusaka kala munyeng (milik sunan giri) ini diartikan sebagai senjata pusaka yang berputar-putar yang hingga kini dianggap sebagai keris pusaka yang mampu meluluh lantakkan pasukan dari patih gajah mada.

  1. Keris Pusaka Kyai Condong Campur

Keris pusaka kyai condong campur merupakan jenis pusaka yang memiliki hikmah dan makna yang sangat tinggi dalam perjalanan kerajaan majapahit pada masa itu. kita ketahui jika kerajaan majapahit saat itu mencapai puncak kejayaannya sehingga menjadikan kekuasaan dan kekuatannya meliputi banyak wilayah. Namun dalam perkembangannya dan kejayaan dari kerajaan majapahit tersebut justru mengalami sebuah permasalahan baru perihal tentang perbedaan yang semakin mencolok seiring dengan perkembangan dari kerajaan tersebut. Baik dari sektor keadilan yang semakin mencolok pada masa itu, sehingga menimbulkan perdebatan dan perundingan yang cukup alot pada para pemegang kekuasaan kerajaan majapahit pada masa itu.

Kemudian muncullah sebuah solusi untuk mencari solusi bersama atau musyawarah sehingga memunculkan keris pusaka kyai condong campur yang maksudnya condong sebagai makna keberpihakan terhadap salah satu pihak dan sebagai memahami keadaan pada masa itu dan juga campur dimaknai sebagai salah satu cara dalam meningkatkan persatuan dan kesamaan akan sebuah keinginan bersama yaitu keadilan. Dari makna tersebut sangatlah tinggi makna dari sebuah nama dari cara dan solusi dalam mencari kebersamaan hingga dinisbatkan sebagai pusaka yang terkenal hingga saat ini dan menjadi penafsiran jikalau sudah sejak dahulu perundingan dan musyawarah dipergunakan untuk menyelesiakan setiap permasalahan bersama hingga sekarang. Jadi dari penafsiran arti dari pusaka kyai condong campur ini bisa dijadikan rujukan untuk meninggikan sikap keadilan agar tidak merugikan salah satu pihak dan mendapatkan keadilan yang sejati.

  1. Keris Pusaka Setan Kober

Keris pusaka setan kober yang tentunya memiliki makna dan arti yang hingga kini masih tersimpan dengan baik hingga menjadi sebuah budaya dan istiadat yang tak luntur oleh waktu. Keris pusaka ini dahulunya pada masa kerajaan majapahit dibuat oleh seorang pandai keris yang bernama mpu supa yang notabene juga telah membuat berbagai keris yang terkenal lainnya. Namun berbeda dengan keris yang satu ini yang diberikan kepada sunan kudus pada awal kerajaan demak dan kemudian keris ini diberikan kepada murid dari sunan kudus tersebut yaitu arya penangsang yang hingga saat ini selalu dikenang namanya karena kegigihannya dalam memperjuangkan kerajaan islam pada masa itu melawan sutawijaya.

Pada peperangan yang terjadi arya penangsang pun mendapati perutnya tergores oleh pedang dari sutawijaya dan menjadikan usus dari arya penangsang menyeruak keluar hingga menjadikan pendaharan yang luar biasa. Kemudian arya penangsang pun menyelipkan keris pusaka setan kober yang dimilikinya sebagai penahan dari pendaharan yang terjadi pada dirinya. Walaupun begitu arya penangsang pun mengalami kekalahan dari sutawijaya. Namun dari penasihat sutawijaya yang melihat perjuangan dari seorang arya penangsang pun menjadikan penyelipan keris ke perut dari tubuh arya penangsang sebagai salah satu simbol kekuatan dan menjadi budaya hingga saat ini yaitu ketika mengenakan pakaian adat jawa pastilah menyelipkan keris disertai bunga melati yang menandakan darah yang berucur deras dari arya penangsang.

  1. Keris Kyai Sengkelat (Brawijaya Ke V )

Keris kyai sengkelat (brawijaya ke V) merupakan salah satu keris yang dibuat oleh mpu supa yang juga telah membuat berbagai keris sakti lainnya untuk pengabdiannya kepada kerajaan majapahit pada masa itu. kerajaan majapahit pada masa itu memanglah sebuah kerajaan besar yang memiliki kekuasaan terbesar dan memiliki pasukan yang kuat dan hebat. Pembuatan dari keris tersebut menggunakan besi yang diberikan khusus oleh sunan ampel kepada mpu supa, yang sebenarnya dari sunan ampel menginginkan besi tersebut dibuat pedang yang lurus dan tajam tetapi dari mpu supa justru membuatnya menjadi sebuah keris dengan lekukan 13 tanpa balutan emas ataupun bahan lainnya. Kemudian ketika telah selesai pengerjaannya diberikanlah kepada sunan ampel, namun karena sunan ampel kurang berminat dan tertarik dengan keris tersebut kemudian sunan ampel pun meminta mpu supa untuk memberikan keris tersebut kepada raja brawijaya V. Kita ketahui jika simbol kekuatan dan kekuasaan ditandai dengan sebuah keris sehingga memang sudah tradisinya membuat dan memiliki keris bagi seorang penguasa pada masa itu.

Setelah keris telah diberikan kepada raja brawijaya V kemudian disimpanlah oleh raja brawijaya tersebut kemudian ditempatkan penyimpanan benda pusaka. Dengan diberikannya keris tersebut kepada raja brawijaya tentunya akan membuat sebuah cerita yang timbul dan booming dikalangan masyarakat luas dan ada yang mencoba mencuri keris kyai sengkelat (brawijaya ke V). Hal itupun terjadi benar-benar hilang dicuri lalu raja brawijaya memerintahkan mpu supa yang telah membuat keris tersebut dan mengerti akan keberadaan dari keris tersebut karena sejatinya seorang pembuat keris tersebut memiliki rasa batin yang terikat ke keris yang telah dibuatnya.